Kumpulan Herbal Tradisional Indonesia

mari lebih arif dalam memanfaatkan kekayaan herbal Indonesia

Bukan Menanam Tebu di Bibir June 2, 2010

Kelapa bahan baku VCO (Source: http://napisture.blogspot.com)

“Penelitian VCO (virgin coconut oil atau minyak kelapa murni, red) memang banyak, tetapi di luar negeri. VCO yang biasa digunakan di Eropa belum tentu cocok untuk orang Indonesia “Sehingga kita harus hati-hati,” ujar dr H Arijanto Jonosewjo SpPD, ketua Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami.

Peringatan dr H Arijanto Jonosewjo SpPD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, tak berlebihan. Sebab, kadang-kadang jenis penyakit berhubungan dengan genetika. Oleh karena itu riset amat penting.

Seperti menjawab harapan Arijanto, Dr Joko Sulistyo MAgr, periset Pusat Penelitian Biologi, meriset khasiat VCO. Riset in vitro dan in vivo itu dilakukan bersama koleganya Ir Rita Dwi Rahayu dan 2 periset Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), Dra Masniari Poeloengan MS dan Drh Andriani MSi.

Mereka memanfaatkan 160 mencit berumur 2–3 bulan berbobot rata-rata 20 g. Satwa pengerat itu dikelompokkan dalam 8 grup masing-masing 20 ekor. Kelompok I grup kontrol tidak diberi VCO tapi aquades. Grup II dan grup III masing-masing diberi VCO berdosis 50mikroliter dan 500 mikroliter; IV, diberi minyak bunga matahari 500 mikroliter. Dosis tertinggi yang masih dapat dikonsumsi mencit 500 mikroliter. Lebih dari itu, mencit muntah.

Pemberian VCO pada kelompok I–IV selama 8 hari. Sedangkan kelompok V diinfeksi bakteri Eschericia coli selama 3 hari dan diberi VCO 50 mikroliter selama 5 hari. Kelompok VI diberi campuran Eschericia coli dan VCO 50 mikroliter selama 3 hari dan VCO 5 hari berturut-turut. Grup VII diinfeksi Eschericia coli selama 3 hari dan VCO 500 mikroliter selama 5 hari; VIII bersama-sama diberi campuran bakteri berbentuk batang itu dan 500 mikroliter VCO selama 3 hari dan VCO 5 hari. Pada semua kempok yang diinfeksi bakteri, jumlahnya 1.000.000.000 sel. Menurut Dr Ahkam Subroto, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, dosis 500 mikroliter jika dikonversi ke manusia mencapai 75 ml. Itu hampir setara dengan 6 kali dosis anjuran.

Turun

Mencit sukarelawan itu diamati selama 28 hari. Pada hari ke-7 mencit kelompok I–IV mengalami peningkatan bobot tubuh. Pemberian minyak bunga matahari 500 mikroliter menyebabkan peningkatan bobot tubuh lebih besar bila dibandingkan dengan pemberian VCO dosis sama. “Itu menungjukkan VCO berbeda dengan minyak sayur lain yang dapat meningkatkan bobot tubuh dalam waktu singkat,” ujar Joko.

Ketimbang kelompok kontrol, grup V dan VII yang diinfeksi E coli mengalami penurunan bobot tubuh yang signifikan. Infeksi E coli menyebabkan mencit sakit. VCO yang diberikan setelah infeksi, tak mampu mengatrol bobot tubuh. Minyak perawan itu digunakan untuk memperbaiki metabolisme tubuh. Bandingkan dengan grup VI dan VIII yang diinfeksi bakteri dan dibarengi pemberian VCO, bobot tubuh meningkat.

“Saat terjadi infeksi, VCO telah masuk ke tubuh mencit sehingga membantu mencit melawan infeksi,” kata Joko. Dari uji praklinis itu Joko menyimpulkan, pemberian VCO selebum infeksi lebih efektif ketimbang setelah infeksi. Namun, pada uji in vitro VCO kurang efektif sebagai antibakteri. Itu tampak dengan tak terbentuknya daerah hambat pertumbuhan bakteri di sekitar kertas cakram yang direndam dalam VCO.

Fakta itu menunjukkan VCO berfungsi sebagai antibakteri setelah dikonsumsi. Sang perawan dimetabolisme oleh hati menjadi monolaurin. “Kemungkinan lain, sensitivitas strain E coli resisten terhadap beberapa jenis antibiotik,” ujar doktor Enzimologi alumnus University of Tsukuba. Selain itu Joko dan rekan juga mengukur kadar gula darah, kolesterol, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida kelompok I–IV pada hari ke 0, 13, dan 28.

Kelompok lain tak diperiksa serum darah lantaran terbatasnya darah mencit, cuman 0,3 ml; yang dibutuhkan minimal 1 ml. Pemberian 50 mikroliter dan 500 mikroliter VCO pada kelompok II dan III menurunkan kadar gula darah 5,33 mg/dl dan 0,33 mg/dl pada hari ke-13. Dosis 50 mikroliter menyebabkan penurunan kadar gula darah lebih banyak ketimbang dosis 500 mikroliter.

Kadar kolesterol mencit yang diberi VCO 50 mikroliter baru turun 9 mg/dl pada hari ke-28. Penurunan tercepat pada hari ke-13 dicapai oleh kelompok III. Melorotnya kolesterol itu juga diimbangi oleh naiknya HDL–dikenal sebagai kolesterol baik–pada kelompok II dan III pada hari ke-13. Itu amat menggembirakan lantaran memperkecil risiko beragam penyakit seperti serangan jantung dan arteriosklerosis.

Pakar VCO Bruce Fife dalam sebuah seminar di Jakarta mengatakan, “HDL tinggi untuk melindungi serangan jantung.” Risiko munculnya penyakit akibat kolesterol dihitung berdasar rasio, bukan semata-mata karena tingginya kolesterol. Bruce menuturkan rasio itu diperoleh dengan membagi total kolesterol dan HDL. Jika nilai 5,0 mg/dl normal; 3,2 mg/dl berisiko rendah; dan 5,1 mg/dl berisiko tinggi.

Pemberian dosis rendah 50 mikroliter hasil terbaik lebih lama ketimbang yang dicapai dosis tinggi 500 mikroliter. Selain itu VCO lebih baik ketimbang minyak bunga matahari. Organ hati, ginjal, lima, dan intestinal semua kelompok tak mengalami perubahan mencolok.

Menurut Ahkam, idealnya riset kolesterol minimal 3 bulan. Sebab, tikus sebagai hewan percobaan mesti diberi pakan tertentu seperti daging dan telur yang memicu meningkatkan kadar kolesterol. Terlepas dari masa riset itu Joko menemukan fakta, pemberian minyak bunga matahari mempercepat pembentukan vakuola lemak pada hati mencit ketimbang VCO.

Dibanding minyak bunga matahari, VCO terbukti lebih mumpuni mengatasi gula darah, kolesterol, dan bakteri patogen superliliput, ukuran 9,3–2 mikrometer. Kabar menggembirakan itu salah satu bukti dari klaim sang perawan yang selama ini didengungkan. Beragam faedah VCO itu memang bukan sekadar menanam tebu di bibir alias janji manis belaka. (Sardi Duryatmo)

Source: Trubus Oktober 2006 (Hal: 112)


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s